Nah Upah dan Material Picu Kenaikan Harga Rumah

Survey paling baru Bank Indonesia mengungkap kalau Indeks Harga Property Residensial (IHPR) pada triwulan I-2017 ada pada level 196, 94 atau bertambah 1, 23% (qtq), lebih tinggi dibanding 0, 37% (qtq) pada triwulan terlebih dulu.

Kenaikan harga bahan bangunan (34, 16%) serta gaji pekerja (23, 73%) masih tetap jadi aspek terpenting penyebabnya kenaikan harga property residensial dalam periode laporan.

Dengan triwulanan (qtq), kenaikan harga berlangsung pada semuanya type tempat tinggal, terlebih tempat tinggal type kecil dari 0, 57% jadi 1, 84%. Dibarengi tempat tinggal type menengah dari 0, 23% jadi 1, 28% serta tempat tinggal type besar dari 0, 30% ke 0, 58%.

Baca juga: Harga Kabel Listrik – Harga Keramik

Berdasar pada lokasi, Surabaya terdaftar alami penambahan harga teratas (3, 04%, qtq) terlebih pada tempat tinggal type kecil (4, 31%). Sesaat Padang, Sumatera Barat, alami penambahan harga paling rendah (0, 07%).

Sedang dengan tahunan, harga property residensial juga alami kenaikan sebesar 2, 62% (yoy), lebih tinggi dari pada 2, 38% (yoy) pada triwulan terlebih dulu. Apabila dirunut berdasar pada type, kenaikan harga tempat tinggal berlangsung pada semuanya type terlebih type kecil (3, 86%, yoy).

Menurut lokasi, kenaikan harga tempat tinggal teratas berlangsung di Manado (9, 37%, yoy), sesaat kenaikan harga tempat tinggal paling rendah berlangsung di Pontianak (0, 15%, yoy).

IHPR triwulan I-2017 tunjukkan gerakan yang searah dengan indeks harga subkelompok cost rumah Indeks Harga customer Badan Pusat Statistik (IHK-BPS). IHPR triwulan I-2017 memerlihatkan kenaikan yang lebih tinggi dari triwulan akhir th. lantas, dimana tumbuh 0, 93% (qtq) di banding 0, 70% (qtq).

Perubahan Penjualan Property Residensial

Hasil survey ikut menyampaikan kalau perkembangan penjualan property residensial tumbuh melambat dibanding triwulan terlebih dulu, dari 5, 06% jadi cuma 4, 16% (qtq). Perlambatan penjualan property residensial searah dengan masih tetap minimnya.kurang tersedianya keinginan pada tempat tinggal tapak.

Baca juga: Harga Biaya Pasang AC – Harga Granit – Marmer

Diluar itu, responden memprediksi indeks harga property residensial pada triwulan II-2017 masih tetap alami kenaikan (1, 15%, qtq), walau kenaikannya lebih rendah dari triwulan I-2017 (1, 23%, qtq).

Kenaikan harga tempat tinggal teratas diprediksikan kembali berlangsung pada tempat tinggal type kecil (2, 64%, qtq). Sesaat menurut lokasi, harga tempat tinggal teratas diprediksikan berlangsung di Bandar Lampung (3, 79%, qtq).

Pada triwulan II-2017 harga property residensial diprediksikan tumbuh sebesar 3, 14% (yoy), lebih tinggi dibanding 2, 62% (yoy) pada triwulan satu. Berdasar pada type bangunan, kenaikan harga tempat tinggal teratas diprediksikan kembali berlangsung pada tempat tinggal type kecil (5, 79%, yoy).

Beberapa besar responden memiliki pendapat kalau aspek terpenting yang bisa menghalangi perkembangan usaha property yaitu ;

Lamanya perijinan (17, 35%)
Tingginya suku bunga KPR (17, 28%)
Tingginya uang muka tempat tinggal (16, 90%)
Pajak (14, 68%)
Serta kenaikan harga bahan bangunan (14, 07%)
Disamping itu berdasar pada tempat project, suku bunga KPR teratas berlangsung di Maluku Utara (13, 69%), sedang suku bunga KPR paling rendah ada di Kalimantan Selatan (10, 60%).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *