Apa Benar Ya NJOP di Bawah Rp130 Juta Gratis PBB, Baca Yuk Selengkapnya!

Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, bakal menggratiskan Pajak Bumi serta Bangunan (PBB) Tempat tinggal dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dibawah Rp130 juta pada th. 2018 lain kesempatan.

Program itu dilaksanakan menjadi langkah mendukung perubahan Kota Semarang serta menjadi satu langkah pembangunan yg mampu di nikmati seluruh golongan warga yg kurang bisa.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menuturkan, pertimbangan digratiskannya PBB utk NJOP dibawah Rp130 juta lantaran rata-rata ada di lokasi pinggir dengan luas tanah kurang dari 100 meter2 serta banyak dipunyai oleh warga kurang bisa. Baca juga ya guys harga cat tembok decolith, harga cat tembok nippon paint

” Pertimbangannya apabila NJOP-nya kecil pastinya tempat tinggalnya kecil, atau apabila tak letaknya ditepi kota atau tak strategis yg notabene tempat tinggal begitu dipunyai oleh warga yg tak bisa, ” kata Hendrar disela-sela acara Gebyar Pajak Daerah serta Penarikan undian Hadiah Pembayaran PBB Th. 2017, di Balaikota Semarang, Jumat (6/10/2017).

Menurutnya, NJOP di Kota Semarang masihlah sangatlah jauh dari harga bursa pasaran. Hendrar mencontohkan, harga tanah di daerah Lempongsari yg cuma Rp800 ribu per meter2, walaupun sebenarnya harga bursa pasaran udah cukup tinggi bahkan juga dapat meraih lebih dari Rp2 juta per meter2.

” Hal tersebut jadi area dari usaha kami utk mengurangi Indeks Gini di Kota Semarang. Bikin apa kotanya maju akan tetapi yg sejahtera itu-itu saja, serta yg miskin jadi lebih miskin. Karena itu mesti diakali lewat siasat subsidi silang sesuai sama ini biar semua pembangunan mampu dirasa oleh warga dengan cara sama rata, ” imbuhnya.

Ia menuturkan, pada th. 2016 obyek PBB merupakan Rp241, 8 miliar dan th. 2017 ditargetkan lebih tinggi yakni sebesar Rp330 miliar. Dan realisasi s/d 31 Agustus 2017 merupakan Rp310 miliar atau 93, 94%. Mempunyai arti pendapatan itu tambah besar andaikan ketimbang dari th. selanjutnya sebesar 89, 5%.

” Kita mesti mempunyai komitmen ke depan pembangunan Kota Semarang akan tambah ngegas kembali serta mendirikan Kota Semarang tambah baik kembali, ” ujarnya.

Kepala Tubuh Pendapatan Daerah (Bapenda) Yudi Mardiana mengatakan, kebijakan baru itu rencanya bakal mulai ditempatkan pada Februari 2018. ” Sekarang masihlah dikaji serta rencanya th. depan mulai diberlakukan, ” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *