Ternyata Menpar: LCCT Senjata Baik untuk Capai Target Wisman 2018!

PROYEK Low Cost Carrier Terminal (LCCT) berubah menjadi sorotan menarik di Rapat Penyelarasan Nasional Pariwisata II Tahun 2018. Project ini dikehendaki dapat menaikan banyaknya wisatawan mancanegara.

Punya obyek 17 juta wisman di 2018, pemerintah lewat Kementerian Pariwisata berharap terwujudnya LCCT di Indonesia. Alasannya cukuplah jelas, project ini miliki potensi menambah kunjungan wisata turis mancanegara.

Seperti yg diterangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, project LCCT ini dapat menghadirkan 3 juta wisman. Dan, sampai kini Indonesia tetap bergelut dengan FSC yg mana pertumbuhannya kurang dari 5 prosen. Dan, obyek wisman di tahun ini pertumbuhannya mesti menyampai 21 prosen.

” Jika pengin tumbuh sampai 21 prosen, jangan sampai memanfaatkan ‘kendaraan’ yg lamban. Nah, LCCT ini dapat tumbuh s/d 20 prosen. Project ini dapat berubah menjadi satu diantaranya senjata buat menaikan banyaknya wisman di 2018, ” tegas Menteri Arief kala dijumpai di kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (26/7/2018).

Oleh karena ada LCCT, operasional airlines lantas dapat didesak. Namun, kegalauan lantas keluar dimana jika bandara LCCT kelak kwalitasnya mengalami penurunan?

Menteri Arief memaparkan kalau tak mesti turunkan perincian tekhnis. LCCT dapat murah sebab penerimaan terminal bukan hanya dari aero-nautical revenue lantas dari airport tax.

” Di LCCT ada restoran serta ada mal. Mesti ada revenue stream dari aero-nautical. Butuh diakui juga, keuntungan terbesar itu dari kuliner. 50 prosen keuntungan itu dari kuliner dengan deskripsi berikut tipe 100 ribu, orang kuliner dapat jual 150 ribu, ” ujar Menteri Arief.

Sadar atau mungkin tidak, disaat orang udah berada pada airport, jadi dia bakal menggunakan semua pelayanan yg ada. Disaat mereka pengin makan, jadi pengunjung bakal mencari makan di bandara itu saja. ” Tidak bisa kan Anda disaat di bandara lapar, serta Anda ubah bandara buat menemukannya restoran hoby Anda, ” ceeltuk Menteri Arief.

Project ini dikira Menteri Arief sangatlah menarik untuk investor. ” Usaha di airlines itu namanya red ocean. Ya, persaingannya hancur-hancuran. Jarang sekali airlines itu untung, even Singapore Airlines. Namun, pengelolaan airport demikian sebaliknya. Sebab satunya red ocean, satunya blue ocean. Satunya naturaly monopoly. Jangan sampai cuma usaha di airlines. Di depan pastinya rugi. Namun, sambung Menteri Arief, pikirkan ini ; Tak ada pilihan, jika tiba di Bajo tiba di Bandara Komodo. Jika Bali, ya, di Ngurah Rai, ” imbuhnya.

” Saat ini saya kasih signal, peluang pengelola airport bersedia buat kerja sama-sama dengan pihak pengelola airport. Airport business lebih menguntungkan ketimbang airlines business, ” ujar Menteri Arief.

jadwal kapal pelni tatamailau januari 2019
jadwal kapal nggapulu 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *