Aduh Parah, 10 Tahun Terakhir Harga Pangan Selalu Naik Saat Lebaran

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan kalau sepanjang Ramadan sampai Lebaran 1438 Hijriah tak ada kenaikan harga komoditas pangan. Menurut dia, yang berlangsung cuma rutinitas berkali-kali tiap-tiap Ramadan yakni menambah harga-harga.

” Lebih dari 10 th. paling akhir ini, tiap-tiap Ramadan serta Lebaran senantiasa saja harga komoditas pangan dinaikkan, walau sebenarnya tak ada kenaikan harga serta supply beragam komoditas pangan itu juga tak ada problem, bahkan juga berlimpah, ” kata Mendag selesai meninjau Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang, Jawa Timur, Jumat (30/6/2017).

Baca juga: Harga AC Standing – Harga Helm KYT

Ia meyakinkan tidak ada kenaikan harga bahan pokok itu berdasar pada data dari lapangan. Harga-harga bahan pokok itu juga tidak punya pengaruh pada angka inflasi, bahkan juga tiga bln. lantas berlangsung deflasi serta bln. lantas alami inflasi, tetapi begitu kecil.

Harga cabai rawit, tuturnya, tak ada kenaikan, yaitu seharga Rp30. 000 per kg. Begitu halnya harga komoditas yang lain, seperti beras, tidak berlangsung kenaikan harga. Untuk minyak goreng paket seharga Rp11. 000 per liter serta gula pasir seharga Rp12. 500 per kg.

” Bila ada retail yang jual lebih mahal dari harga eceran teratas (HET), juga akan kami segel, ” katanya.

Baca juga: Harga Baja Ringan – Harga Gypsum dan GRC

Menyinggung harga daging, Enggartiasto menyebutkan cukup stabil, yaitu daging fresh seharga Rp105. 000 sampai Rp120. 000 per kg serta daging beku seharga Rp80. 000 per kg.

Sebenarnya Berapa Harga Rumah yang Banyak Dicari Orang

Kami sudah lakukan survey bertopik Rumah. com Properti Affordability Sentiment Index 2017. Akhirnya, sebagian besar orang-orang Indonesia menginginkan beli rumah dibawah harga Rp 500 juta.

Rumah. com lakukan survey pada 1. 020 responden di semua Indonesia. Survey itu berjalan dari Januari sampai Juni 2017.

Baca juga: Harga Sepeda Motor Yamaha Bekas – Harga Memory Micro SD

Head of Marketing Rumah. com Ike Noorhayati Hamdan menyebutkan, banyak orang-orang yang mengincar rumah dibawah Rp 500 juta karna umumnya menginginkan beli rumah pertama.

” Jadi paling banyak, karna relatif yang mencari rumah yaitu pertama kalinya. Bila baru pertama kekuatan ekonomi yang baru menanjak, ” kata dia di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Dia memberikan, harga rumah juga relatif tinggi. Hingga, orang-orang menimbang pembelian rumah dengan keadaan ekonominya.

” Karna bila saksikan telah termasuk juga elegan diatas 100 m2 karna hitungannya telah elegan, terlebih pertama kalinya. Bila upgrade dapat, kecil jadi bersamaan jumlah keluarga jadi bertambah dapat besar. Bila pertama kalinya umumnya rata-rata 72 m2, ” terang dia.

Lebih detil, dalam survey itu sejumlah 64 % responden punya niat beli rumah dengan harga kurang dari Rp 500 juta. Lantas, sejumlah 20 % menginginkan beli rumah dengan harga pada Rp 550 juta sampai Rp 700 juta.

Sejumlah 7 % responden menginginkan beli rumah dengan harga pada Rp 750 juta sampai Rp 1 miliar. 4 % menginginkan beli rumah pada Rp 1 milliar sampai Rp 1, 5 miliar.

Responden juga punya niat beli rumah seharga Rp 1, 5 miliar hingga Rp 2 miliar. Jumlah persentasenya 3 %. Adapula yang menginginkan beli rumah diatas Rp 2 miliar. Jumlah persentasenya sama yaitu 3 %.

Tag: harga bangunan, harga rumah

Beginilah Untung-Rugi Menyewakan Rumah

Menyewakan tempat tinggal yaitu investasi property yang banyak dikerjakan orang, karna dipandang gampang. Diluar itu, tingkat keinginan serta keuntungan yang cukup tinggi jadi daya tarik untuk investor property pemula.

Tetapi, janganlah silau dengan keuntungannya. Pasalnya, menyewakan tempat tinggal juga mempunyai kekurangan yang butuh di perhatikan investor supaya tidak tidak untung.

Baca juga: Harga Tiket Masuk BNS – Harga Tiket Masuk Selecta

Keunggulan
Tempat tinggal sewa mempunyai tingkat keinginan (permintaan) yang tinggi, terlebih di bebrapa lokasi yang tengah berkembang (growth center), yaitu lokasi yang berdekatan dengan akses tol, trade center, shopping mall, persimpangan berjalan-jalan paling utama, terminal, dan sebagainya.

Anda dapat pula pilih tempat tinggal di dekat perumahan-perumahan besar. Umumnya di sekitaran tempat itu juga akan terwujud permintaan pusat perbelanjaan, pendidikan, serta service kesehatan—yang juga akan jadi penyebab keinginan bebrapa tempat tinggal sewa.

Di bagian beda, capital gain bisa didapat dalam periode panjang (lebih dari lima th.). Umumnya, capital gain tempat tinggal sewa dengan rata-rata lebih tinggi dari tanah kosong. Pasalnya, tempat tinggal sewa mempunyai faedah segera, tidak seperti tempat kosong yang cuma mempunyai faedah tidak segera. (Baca : Langkah Mengkalkulasi Capital Gain)

Jika sesudah lima th. investor mengambil keputusan tidak untuk menjualnya, baiknya tempat tinggal itu disewakan. Umumnya harga sewa per th. (return) sekitar 5% dari harga tempat tinggal. Umpamanya harga tempat tinggal Rp600 juta disewakan Rp30 juta per th.. (Baca : Langkah Mengkalkulasi Return on Investment?)

Baca juga: Harga Pipa – Harga Ready Mix Beton Cor

Satu tahun lalu, apabila kondisi ekonomi stabil, harga sewa dapat dinaikkan sekitaran 10% – 15%, bergantung pada keadaan lingkungan tempat tinggal itu. Bila di lokasi itu sedikit tempat tinggal yang kosong, jadi kenaikan nilai sewa dapat menjangkau 15% atau sekitaran Rp45 juta per th..

Kekurangan
Satu diantara kekurangan investasi tempat tinggal sewa yaitu periode waktu penyewaan yang termasuk pendek, yaitu cuma satu hingga dua th., bergantung keadaan serta tempat tempat tinggal dan siapa penyewanya. Bila penyewanya yaitu ekspatriat, umumnya tempat tinggal juga akan disewa dalam periode waktu lebih panjang, pada dua sampai lima th..

Yang memiliki tempat tinggal harus juga betul-betul pilih penyewa yang baik. Sering berlangsung tempat tinggal yang disewakan cepat rusak saat disewakan pada penyewa yang kurang bertanggungjawab. Biasanya beberapa penyewa terasa tempat tinggal itu bukanlah kepunyaannya, hingga mereka kurang melindungi keadaan serta kwalitas bangunan tempat tinggal.

Nah Harga Pangan Melonjak, Jangan Salahkan Pedagang Pasar Tradisional

Instansi Center of Indonesian Policy Studies (CIPS) menyebutkan, wacana dari beberapa pihak untuk buat undang-undang mengenai harga pangan dinilai punya potensi merugikan pedagangan kecil. Walau sebenarnya pedagang kecil adalah rantai distribusi perlu di pasar tradisionil.

Peneliti CIPS bagian perdagangan Hizkia Respatiadi menyebutkan ada UU mengenai harga pangan tidak efisien untuk menangani problem tingginya harga di market.

“Para pedagang kecil di pasar-pasar tradisionil tidak dapat serta-merta disalahkan jadi penyebabnya tingginya harga, ” tuturnya di Jakarta, Kamis (29/6/2017).

Baca juga: Harga Mesin Cuci – Harga Pasir

Menurut Hizkia, apabila diliat dari system distribusi saat ini, pihak yang ambil sisi laba paling besar malah ada saat bahan pangan dalam system distribusi itu belum juga masuk ke pasar eceran. Dia memiliki pendapat kalau jika ketentuan ini dipaksakan, beberapa pedagang kecil juga akan tidak untung serta bisa saja banyak yang juga akan gulung tikar.

” Bila UU ini disahkan, kesejahteraan mereka juga akan jadi taruhannya, dimana mereka juga akan susah untuk peroleh laba yang layak dari hasil berdagangnya, ” tuturnya.

Hizkia merekomendasikan kalau hal paling baik yang semestinya dikerjakan pemerintah yaitu mengizinkan perusahaan swasta yang penuhi prasyarat untuk turut dan dalam sistem importasi. Dengan hal tersebut, lanjutnya, beberapa pedagang kecil bisa peroleh barang dagangannya dengan harga yang lebih murah serta tidaklah perlu sekali lagi menjualnya dengan harga yang terlalu tinggi.

” Selanjutnya customer juga bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih terjangkau, ” tutur Hizkia.

Baca juga: Harga Triplek & Multiplek – Harga Paku

Terlebih dulu, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyarankan pada pemerintah untuk membuat undang-undang harga pangan supaya langkah pengendalian harga bisa ditata dengan struktural serta mempunyai landasan hukum yang kuat.

Menurut Agus di Jakarta, regulasi yang kuat seperti dibuatnya undang-undang, adalah penyesuaian dari negara-negara beda yang mempunyai kemampuan pengendalian harga pangan yang tambah baik. Agus mencontohkan di Malaysia, regulasi pengendalian harga telah ada mulai sejak 1946 saat Negeri Jiran itu memberlakukan tindakan pengendalian harga (price control act) yang lalu dilanjutkan pada 1961 dengan tindakan pengendalian supply (suplai control act).

Diluar itu, pemerintah juga diinginkan bisa selekasnya membuat badan pangan nasional yang mempunyai tujuan diantaranya untuk menyetabilkan harga pangan strategis hingga dapat juga menangani beragam efek yang lain seperti kartel pangan.

Berikut Ini Dia Daftar Apartemen Baru di Jabodetabek

Kelangkaan serta tingginya harga tempat di Jakarta buat harga kondominium di Jakarta semakin susah dijangkau. Karenanya, developer tampak mulai berubah ke luar Jakarta—seperti Serpong, Bekasi Barat, serta Cikarang—untuk tawarkan apartemen yang lebih terjangkau.

Hasil penelitian pasar kondominium yang dikerjakan Cushman & Wakefield mengatakan, berdasar pada tempat penebarannya, sebagian besar kondominium terbangun berkonsentrasi di lokasi sekunder, yaitu sejumlah 73, 2% dari keseluruhan supply atau 101, 434 unit. Sesaat lokasi CBD berperan sejumlah 18, 7% serta lokasi primer sejumlah 8, 1%.

“Wilayah sekunder juga jadi tempat untuk nyaris semua project yang akan datang, memegang sekitaran 93, 0% dari keseluruhan supply, sesaat ruang primer serta CBD semasing mewakili 3, 3% serta 3, 7%, ” terang Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman & Wakefield Indonesia, Selasa (17/2).

Baca juga: Harga Batu Bata – Harga Pasir

Sebagian besar kondominium terbangun ada di lokasi Jakarta Selatan (29, 0% dari keseluruhan project), dibarengi Jakarta Utara dengan 21, 2%. Sedang, umumnya project baru juga akan berada di Tangerang (27, 0%), dibarengi oleh Bekasi (14, 4%).

Trend harga kondominium selalu naik searah dengan kenaikan harga tanah di Jakarta. Pada akhir 2014, harga jual rata-rata kondominium di daerah CBD menjangkau Rp42. 100. 000 per mtr. persegi, atau naik 38, 9% per th.. Disamping itu, harga rata-rata kondominium di ruang primer terdaftar Rp36. 100. 000 per mtr. persegi, naik 26, 2% bila dibanding kuartal empat 2013.

Baca juga: Harga Kayu – Harga Kusen Aluminium

Di bawah ini daftar apartemen baru di lokasi Jabodetabek :

Ini Dia Daftar Apartemen Baru di Jabodetabek

Nah Upah dan Material Picu Kenaikan Harga Rumah

Survey paling baru Bank Indonesia mengungkap kalau Indeks Harga Property Residensial (IHPR) pada triwulan I-2017 ada pada level 196, 94 atau bertambah 1, 23% (qtq), lebih tinggi dibanding 0, 37% (qtq) pada triwulan terlebih dulu.

Kenaikan harga bahan bangunan (34, 16%) serta gaji pekerja (23, 73%) masih tetap jadi aspek terpenting penyebabnya kenaikan harga property residensial dalam periode laporan.

Dengan triwulanan (qtq), kenaikan harga berlangsung pada semuanya type tempat tinggal, terlebih tempat tinggal type kecil dari 0, 57% jadi 1, 84%. Dibarengi tempat tinggal type menengah dari 0, 23% jadi 1, 28% serta tempat tinggal type besar dari 0, 30% ke 0, 58%.

Baca juga: Harga Kabel Listrik – Harga Keramik

Berdasar pada lokasi, Surabaya terdaftar alami penambahan harga teratas (3, 04%, qtq) terlebih pada tempat tinggal type kecil (4, 31%). Sesaat Padang, Sumatera Barat, alami penambahan harga paling rendah (0, 07%).

Sedang dengan tahunan, harga property residensial juga alami kenaikan sebesar 2, 62% (yoy), lebih tinggi dari pada 2, 38% (yoy) pada triwulan terlebih dulu. Apabila dirunut berdasar pada type, kenaikan harga tempat tinggal berlangsung pada semuanya type terlebih type kecil (3, 86%, yoy).

Menurut lokasi, kenaikan harga tempat tinggal teratas berlangsung di Manado (9, 37%, yoy), sesaat kenaikan harga tempat tinggal paling rendah berlangsung di Pontianak (0, 15%, yoy).

IHPR triwulan I-2017 tunjukkan gerakan yang searah dengan indeks harga subkelompok cost rumah Indeks Harga customer Badan Pusat Statistik (IHK-BPS). IHPR triwulan I-2017 memerlihatkan kenaikan yang lebih tinggi dari triwulan akhir th. lantas, dimana tumbuh 0, 93% (qtq) di banding 0, 70% (qtq).

Perubahan Penjualan Property Residensial

Hasil survey ikut menyampaikan kalau perkembangan penjualan property residensial tumbuh melambat dibanding triwulan terlebih dulu, dari 5, 06% jadi cuma 4, 16% (qtq). Perlambatan penjualan property residensial searah dengan masih tetap minimnya.kurang tersedianya keinginan pada tempat tinggal tapak.

Baca juga: Harga Biaya Pasang AC – Harga Granit – Marmer

Diluar itu, responden memprediksi indeks harga property residensial pada triwulan II-2017 masih tetap alami kenaikan (1, 15%, qtq), walau kenaikannya lebih rendah dari triwulan I-2017 (1, 23%, qtq).

Kenaikan harga tempat tinggal teratas diprediksikan kembali berlangsung pada tempat tinggal type kecil (2, 64%, qtq). Sesaat menurut lokasi, harga tempat tinggal teratas diprediksikan berlangsung di Bandar Lampung (3, 79%, qtq).

Pada triwulan II-2017 harga property residensial diprediksikan tumbuh sebesar 3, 14% (yoy), lebih tinggi dibanding 2, 62% (yoy) pada triwulan satu. Berdasar pada type bangunan, kenaikan harga tempat tinggal teratas diprediksikan kembali berlangsung pada tempat tinggal type kecil (5, 79%, yoy).

Beberapa besar responden memiliki pendapat kalau aspek terpenting yang bisa menghalangi perkembangan usaha property yaitu ;

Lamanya perijinan (17, 35%)
Tingginya suku bunga KPR (17, 28%)
Tingginya uang muka tempat tinggal (16, 90%)
Pajak (14, 68%)
Serta kenaikan harga bahan bangunan (14, 07%)
Disamping itu berdasar pada tempat project, suku bunga KPR teratas berlangsung di Maluku Utara (13, 69%), sedang suku bunga KPR paling rendah ada di Kalimantan Selatan (10, 60%).

Nah Hunian di Bawah Rp 700 Juta Paling Laris di Pasaran

Kekuatan pemerintah untuk mendorong ekonomi nasional ke arah yang lebih positif dapat melindungi optimisme pasar property. Menurut laporan Properti Market Outlook yang di keluarkan tempat tinggal. com, harga serta supply property terlebih pada bidang residensial diprediksikan bertambah pada 2018.

” Jumlah keinginan paling besar akan tiba dari tempat tinggal type menengah dengan harga dibawah Rp 700 juta, ” kata Head of Marketing Tempat tinggal. com Ike Hamdan di Jakarta seperti ditulis Jumat (20/10/2017).

Baca juga: Harga Tiket Upside Down World – Harga Tiket Masuk Upside Down World Indonesia

Menurut dia, customer juga akan mencari perumahan type klaster, terlebih di lokasi satelit kota besar dengan akses menuju pintu tol serta fasilitas transportasi massal. Bersamaan tumbuhnya suku bunga untuk Credit Kepemilikan Apartemen jadi juga akan berlangsung perkembangan yang moderat pada tempat tinggal type apartemen.

Tempat tinggal. com Properti Price Index diprediksikan juga akan alami perkembangan pada kisaran 3 persen-5 % (year-on-year) pada akhir 2018 sesaat Tempat tinggal. com Properti Suplai Index diprediksikan juga akan alami perkembangan pada kisaran 15 persen-20 % (year-on-year) pada akhir 2018.

Selanjutnya Ike menerangkan, , pada umumnya pasar property Indonesia pada 2018 semakin lebih menarik serta prospektif di banding 2017. Setahun sebelumnya th. politik 2019, pasar property juga akan sedikit bergairah serta ini adalah peluang pas untuk beli property ataupun fasilitas investasi.

Baca juga: Biaya Pembuatan Kolam Renang – Harga Besi Plat

Pasar property nasional di 2018 diprediksikan lebih positif, meneruskan trend yang terjadi pada semester pertama 2017.

Walau sekian di bagian supply, Tempat tinggal. com memproyeksi juga akan ada perlambatan pasar property pada pertengahan 2018 jadi efek Hari Raya Idul Fitri dan Pilkada serentak 2018 yang mungkin saja berlangsung. Sentimen mendekati pemilu Legislatif serta Penentuan Presiden 2019 juga ikut jadi aspek yang memengaruhi.

Mau Tau Harga Apartemen di Bandung Turun

Harga apartemen di Bandung alami koreksi pada kuartal ke-2 2017, meneruskan trend negatif yang diawali mulai sejak kuartal terlebih dulu.

Median harga apartemen di Bandung pada kuartal ke-2 (Q2) 2017 yaitu Rp14. 520. 000/m2. Median harga ini alami kontraksi 0, 4% dengan quarter-to-quarter (q-t-q). Penurunan median harga apartemen di lokasi Bandung ini telah berlangsung mulai sejak kuartal terlebih dulu. Pada Q1 2017, median harga apartemen di Bandung alami penurunan sebesar 5, 75% (q-t-q).

Kontraksi median harga apartemen ini terlebih berlangsung pada median harga diatas Rp1 miliar. Sesaat untuk harga apartemen dibawah Rp1 miliar pada Q2 2017 masih tetap alami penambahan sebesar 1, 01% dibanding kuartal terlebih dulu.

Baca juga: Harga Magic Com – Harga Ban Mobil

Akan tetapi, median harga apartemen di Bandung masih tetap terdaftar alami kenaikan dibanding th. terlebih dulu yaitu sebesar 10%. Turunnya median harga memberikan indikasi kembalinya harga pasar pada keadaan normal, sebelumnya setelah alami overprice.

” Turunnya median harga apartemen di Bandung pada Q2 2017 dapat jadi tanda-tanda kalau harga apartemen di Bandung pada Q4 2016 alami overpriced. Ini tampak pada lonjakan yang penting, dimana pada Q4 2016 alami kenaikan 11, 6% dengan quarter-to-quarter, ” tutur Country Manager Rumah. com, Wasudewan.

Tanda-tanda selanjutnya, menurut Wasudewan, walau pada kuartal-kuartal selanjutnya alami penurunan, median harga apartemen di Bandung masih tetap ada diatas median harga selama Q1 2015 sampai Q3 2016. Terlebih dengan periode panjang, trend pasar property di kelompok ini masih tetap positif.

Baca juga: Denah Rumah Type 36 – Harga Velg Mobil

Sesuai dengan turunnya median harga, supply apartemen di Bandung juga terdaftar alami penurunan sebesar 6, 5% pada Q2 2017 dibanding kuartal terlebih dulu (q-t-q). Year-on-year, supply alami penurunan sebesar 20% pada Q2 2017 dibanding Q2 2016.

Pengembang apartemen nampaknya tengah menahan diri serta pilih untuk berkonsentrasi pada penjualan supply yang masih tetap ada.

Wih Harga Apartemen Jakarta Barat Naik 0,51%

Properti Index di selama kuartal pertama th. ini mencatat ada sedikit kenaikan dari harga median apartemen di Jakarta Barat.

Dibanding kuartal IV-2016, harga satu unit tempat tinggal vertikalnya saat ini ada di tempat Rp23, 86 Juta per mtr. perseginya atau naik 0, 51% dari mulanya Rp23, 74 Juta per mtr. perseginya. Bila diliat selama th. lantas, nilai jual apartemen disini memanglah termasuk relatif stabil walau tumbuh dengan melambat.

Q1 2017 : Harga Apartemen Jakarta Selatan Tumbuh 1, 7%

Baca juga: Harga Semen – Harga Cat Tembok

Argumen stabilitas harga bisa jadi dikarenakan menyusul perubahan beberapa CBD di Ibukota, yang menyebabkan prospek property Jakarta Barat turut makin cerah dengan hadirnya sebagian project properti yang diusung sebagian pengembang.

Mengacu data yang dilaunching Colliers International Research Indonesia pada awal th. ini, ruang Jakarta Barat terpantau selalu menaikkan supply apartemen baru. Gagasannya, juga akan ada sekitaran 12 apartemen baru yang akan rampung di lokasi ini.

Sebut saja salah satunya St Moritz, Puri Mansion Apartment, Puri Orchad, Maqna Residence, Veranda, Vittoria Residence, Wang Residence, Taman Anggrek Residence, Pancoran China Town, Paradise Mansion, serta 19 Avenue Apartment.

Terdapat beberapa argumen kenapa apartemen dengan gampang diserap oleh pasar Jakarta Barat. Terkecuali market share yang sudah terjadi, lokasi ini tengah diproyeksikan Pemerintah untuk jadi SPBB (Sentra Pembangunan Usaha Barat).

Sesudah koridor Jalan S. Parman yang dijejali gedung bertingkat, pusat usaha Puri Kembangan juga mulai ramai ditempati korporat besar.

Baca juga: Harga Kawat Las Listrik, Stainless, Argon – Harga Tangki Air

Akses menuju pusat kota serta bandara juga dekat hingga menyangga kesibukan beberapa pelaku bisnis. Bila menginginkan jadikan arena berinvestasi, rasa-rasanya beberapa investor tidak butuh cemas kesusahan mencari penyewa.

Kelebihan Joglo

Terkecuali ruang premium yang dekat CBD, tempat beda seperti Joglo juga tidak kalah menarik mulai sejak beroperasinya tol JORR 2 (Jalur Tol Lingkar Luar Jakarta Lokasi 2) pada dua th. yang lalu. Jalur selama 7, 87 km. ini memotong jarak dari Joglo menuju tol Jagorawi ataupun bandara Soekarno Hatta.

Tidak heran, sesudahnya harga tanah serta tempat tinggal yang berada di sekitaran tempat terdongkrak naik. Diluar itu pembangunan project LRT (Light Rail Transit) yang gagasannya rampung th. 2018 akan melewati lokasi Joglo dengan rute transit Joglo – Tanah Abang selama 11 km..

Sederet infrastruktur yang melingkari ruang Jakarta Barat ini jadi daya tarik paling besar yang menyebabkan ketertarikan pengembang untuk berkompetisi dalam melahirkan sebagian project tempat tinggal. Terlebih bila berkaca pada masih tetap tingginya ketertarikan customer kelas menengah atas untuk berada tinggal disini.

“Inovasi yang di luncurkan Tempat tinggal. com demikian bermacam serta begitu mempermudah customer dalam mencari property. Baik itu property kelas menengah bawah sampai kelas menengah atas meskipun. Satu diantara misalnya yaitu sarana virtual tur 3 Dimensi, ” tutur Wasudewan, Country Manager Tempat tinggal. com.

“Dengan kelebihan tehnologi sekarang ini, calon customer property dari semua Indonesia bisa temukan tempat tinggal di lokasi Jakarta serta sekelilingnya lewat kanal www. tempat tinggal. com/perumahan-baru

Wah Tren Harga Rumah di Q2 2017 Menurun

ndeks Harga Property Residensial (IHPR) pada kuartal ke-2 (Q2) 2017 ada pada level 199, 26 atau tumbuh sebesar 1, 18% (q-o-q), melambat dibanding 1, 23% (q-o-q) pada triwulan terlebih dulu. Sekian seperti ditulis dari Survey Harga Property Residensial Bank Indonesia.

Sesaat dengan tahunan perkembangan harga property terdaftar sebesar 3, 17% (y-o-y), lebih tinggi di banding triwulan terlebih dulu sebesar 2, 62% (y-o-y). Kenaikan harga bahan bangunan (32, 91%) serta cost perizinan yang mahal (20, 09%) jadi aspek terpenting penyebabnya kenaikan harga property residensial dalam periode laporan.

Dengan kuartalan, kenaikan harga rumah berlangsung pada semuanya type terlebih rumah type kecil (2, 61%, q-o-q). Sesaat rumah type menengah serta besar alami kenaikan yang melambat, semasing dari 1, 28% (q-o-q) jadi 0, 55% (q-o-q) serta dari 0, 58% (q-o-q) jadi 0, 38% (q-o-q).

Baca juga: Harga Aki Motor – Harga Mobil Bekas Toyota – Harga Mobil Bekas Avanza

Berdasar pada lokasi, Jabodetabek serta Banten terdaftar alami penambahan harga teratas (2, 04%, q-o-q) terlebih pada rumah type kecil (4, 78%, q-o-q).

Dengan tahunan, harga property residensial alami kenaikan sebesar 3, 17% (yo–y), lebih tinggi dibanding 2, 62% (y-o-y) pada kuartal terlebih dulu. Berdasar pada type rumah, kenaikan harga berlangsung pada semuanya type terlebih rumah type kecil 5, 67% (yoy).

Sesaat berdasar pada lokasi, kenaikan harga rumah teratas berlangsung di Surabaya (7, 75%, y-o-y) searah dengan tingginya keinginan pada rumah di lokasi itu.

IHPR Q2 2017 juga tunjukkan perkembangan yang melambat dari triwulan terlebih dulu. Gerakan ini searah dengan indeks harga sub-kelompok cost rumah IHK-BPS Q2 2017 yang tumbuh 0, 27% (q-o-q), lebih rendah di banding 0, 93% (q-o-q) pada periode terlebih dulu.

Bukan sekedar itu, laporan juga mencatat perkembangan penjualan property residensial pada Q2 2017 terpantau tumbuh melambat di banding triwulan terlebih dulu, dari 4, 16% (q-o-q) jadi 3, 61% (q-o-q).

Perlambatan penjualan property residensial searah dengan masih tetap minimnya.kurang tersedianya keinginan pada rumah tapak.

Tag: harga promo